sechartur clock

Tampilkan postingan dengan label Alat Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alat Musik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Oktober 2019

TOP 5 ALAT MUSIK KHAS PAPUA


ALAT MUSIK TRADISIONAL PAPUA

1. Amyen

Amyen merupakan alat musik tradisional dari Papua yang dimainkan dengan cara ditiup, bentuknya sangat mirip dengan alat musik seruling / suling. Amyen digunakan untuk mengiringi tari-tarian daerah serta memanggil dan memberikan kalian bahaya saat perang dahulu.
Amyen menggunakan bahan kayu putih dalam perbuatannya, alat musik ini diyakini berasal dari Suku Web, Kab. Keerom – Provinsi Papua.

2. Atowo

Atowo merupakan nama alat musik tradisional dari Papua yang sulit ditemukan keberadaannya, memang benar sekali alat musik tradisional Papua Atowo merupakan alat musik khas adat budaya nasional disana. Bentuk dari Atowo adalah bulat panjang dengan ukuran relatif kecil dan ringan.
Atowo dimainkan dengan menggunakan 2 tangan, tangan yang satu memegang badan atowo dan tangan satunya menabuh dengan teknik pukulan untuk menciptakan irama yang indah. Atowo biasa digunakan untuk hiburan rakyat.

 3. Butshake

Butshake terbuat dari Bambu dan buah kenari, alat musik ini berasal dari daerah Muyu Kabupaten Merauke. Instrumen musik ini memiliki suara gemericik saat diayunkan atau dikocok menggunakan tangan. Butshake biasanya digunakan oleh masyarakat Papua sebagai pengiring tarian adat.
Pada prinsipnya Butshake adalah instrumen musik yang suaranya tercipta dari hasil “tabrakan” antar kenari yang ada pada bambu. Mungkin di era modern ini Butshake mirip dengan “marakas“.

4. Fuu

Alat musik Fuu terbuat dari kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat untuk memanggil penduduk suku tertentu dan juga mengiringi tari-tarian tradisional suku Asmat (salah satu suku di pedalaman Papua) di kabupaten Merauke, Papua[src].
Bisa dibilang Fuu merupakan paduan antara bentuk “suling” dan “tabung” karena memang bentuknya yang gempal dan berlubang pada ujungnya, Fuu biasa dimainkan berkolaborasi dengan alat musik Papua lainnya seperti Tifa dan atau Kelambut.
Banyak orang yang mengatakan bahwa alat musik Fuu adalah identitas Papua yang harus dilestarikan keberadaannya.
5. Kecapi mulut

Kecapi mulut adalah alat musik yang terbuat dari bambu wulu, untuk memainkannya-pun ada teknik tersendirinya. Untuk memainkan Kecapi mulut, alat musik ini harus kalian jepit diantara bibir, lalu ditiup sambil menarik talinya. Alat musik ini diyakini berasal dari Suku Dani yang ada di lembah Baliem, Papua.
Salah satu tempat yang masih menyimpan keaslian dari alat musik Kecapi mulut adalah museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih. Kecapi mulut menghasilkan suara yang tidak terlalu keras, sehingga mungkin penggunaannya hanya untuk hiburan semata.

ALAT MUSIK KHAS JAWA BARAT, WAJIB KAMU KETAHUI!


ALAT MUSIK TRADISIONAL JAWA BARAT
1. Angklung
Angklung adalah musik yang memiliki nada ganda yang keberadaannya berkembang secara tradisional khususnya untuk masyarakat Sunda, Jawa Barat. Alat musik tradisional yang terbuat dari bambu ini memiliki bunyi yang khas dan sangat cantik ketika dimainkan secara bersamaan.
Salah satu hal yang patut kita banggakan pula dari alat musik angklung, yaitu sebagai alat musik yang terdaftar sebagai “Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia” dari UNESCO 2010 lalu.
Nama alat musik “Angklung” pun mulai dikenal di pasar dunia, tepatnya untuk daerah eropa dimana “bule” pun tertarik untuk memainkan alat musik ini. Salah satu pertunjukan musiknya yang terkenal adalah di Amsterdam’s Grand Indonesian Crew Show.
Sejarah Angklung
Sebelumnya saya ingin perjelas bahwa tidak ada bukti pasti mengenai awal mula ditemukannya angklung ini karena catatan sejarah alat musik tradisional ini baru ditemukan oleh para “ahli budaya” pada masa kerajaan sunda (sekitar abad ke-12 sampai abad 16)
Dulunya, masyarakat Baduy percaya dengan memainkan angklung sebagai bagian dari ritual mengawali penanaman padi agar tanaman padi mereka tumbuh subur. Hal ini membuat angklung semakin dikenal masyarakat Jawa barat pada masa itu

 

 

 

 

 

 

 

2. Arumba

Arumba sendiri bukanlah sebuah alat musik yang bisa kita mainkan seperti layaknya angklung atau semacamnya, nama Arumba sendiri sebenarnya adalah esemble musik yang tercipta dari sebuah ide cemerlang salah satu seniman alat musik. Alat musik tradisional arumba terbuat dari bambu pilihan seperti awi temen, tali dan wulung (bambu hitam).
Seperti yang sudah saya sedikit disinggung tentang sejarah alat musik tradisional arumba, menurut informasi yang saya dapatkan awalnya seorang seniman musik bernama Yoes Roesadi beserta teman-temannya membentuk sebuah kelompok musik yang menggunakan alat musik tambahan angklung sebagai aransemen musiknya (jajaran ensemble lebih tepatnya).
Ketika mereka sedang menaiki truk untuk menuju Jakarta untuk “manggung”, mereka mendapatkan sebuah ide unik dengan menamai grup mereka itu dengan sebutan Arumba yang pada dasarnya adalah kependekan dari Alunan Rumpun Bambu.
Yoes Roesadi dan kawan-kawan membentuk grup musik yang secara khusus menambahkan angklung pada jajaran ensemble-nya. Ketika sedang naik truk untuk pentas ke Jakarta, mereka mendapat ide untuk menamai diri sebagai grup Arumba (Alunan Rumpun Bambu)

 

3. Calung

Sama seperti sebelumnya, Calung merupakan alat musik yang terbuat dari bambu, namun ada perbedaan calung dengan angklung. Jika angklung dimainkan dengan cara digoyangkan, calung dimainkan dengan cara ditabuh dibagian ruas-ruasnya.
Kebanyakan bahan untuk membuat calung adalah bambu jenis awi wulung (bambu hitam) namun tak jarang juga yang menggunakan awi temen (bambu ater, warnanya hijau). ada 2 jenis calung yang terkenal yakni calung rantay dan calung jinjing.
Cara memainkan alat musik calung adalah dengan cara dipukul, untuk Calung rantay anda harus memukulnya dengan dua tangan dengan posisi duduk bersilah sedangkan untuk Calung jinjing anda bisa memainkannya dengan menggunakan tangan kanan saja, dan tangan kiri untuk memegang alat musik tradisional tersebut

4. Gendang / Kendang / Khendang

Tentu sudah banyak yang tau mengenai alat musik gendang. Gendang merupakan instrumen musik dalam gamelan di Jawa tengah dan Jawa barat. Alat musik kendang sangatlah berguna untuk mengatur tempo, irama, memulai intro, menghentikan sebuah lagu. Kebanyakan yang memegang bagian gendang adalah profesional di bidang gamelan dan sudah lama menggeluti kesenian gamelan di Jawa barat.
Teknik memainkan kendang disebut dengan istilah tepak / ditepak, bahasa ini mungkin sudah cukup familiar di telinga kita. Pola memukul dan interval sangat berperan penting pada sebuah pentas gamelan. Untuk memainkan alat musik kendang, anda harus memiliki stamina yang kuat karena harus berenergik dan semangat, sehingga orang yang melihat terbawa suasana.
Kendang yang berkualitas biasanya terbuat dari kayu kelapa, cempedak, atau nangka. Kulit binatang ternak seperti kerbau sering digunakan untuk “bam” bagian yang dipukul dan memiliki nada rendah, sedangkan kulit kambing biasanya digunakan untuk “chang” bagian yang memiliki nada tinggi. Tali kulit ataupun tali rotan juga merupakan bahan yang baik untuk membuat gendang, semakin kencang tarikan kulit maka semakin tinggi pula suaranya.

ALAT MUSIK KHAS KALIMANTAN SELATAN


ALAT MUSIK TRADISIONAL KALIMANTAN SELATAN

1. Kalampat

Kalampat adalah salah satu alat musik tradisional dari Kalimantan Selatan yang terbuat dari batang batung (sejenis bambu namun tebal dan memiliki diameter besar). Kalampat merupakan alat musik tradisional yang menyerupai Gendang, namun berkepala tunggal.

Kalampat dimainkan dengan cara dipukul menggunakan pemukul yang terbuat dari rotan. Dalam sebuah acara yang menggunakan Kalampat sebagai musiknya, biasanya akan dikombinasikan dengan gong sebagai pengiringnya seperti dalam upacara panen padi (Bawanang) dan upacara suku Dayak lainnya.

2. Bumbung


Bumbung, alat musik ini adalah sebuah modifikasi dari Bumbung Lamang (Beras ketan yang dibakar didalam bambu hingga masak), Bumbung memiliki 7 nada dasar yang keberadaannya mungkin sudah sedikit sulit dicari. Jika anda ingin melihat kesenian ini, bermainlah ke tempat yang disebut dengan desa Barikin, terletak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Jika anda mengetahui kesenian Kintung, Bumbung merupakan salah satu dari 5 alat musik tradisional yang digunakan dan dipotong pendek serta dibelah agar menghasilkan 5 nada besar. Selain itu, kesenian Karawintan di daerah Kalimantan Selatan menggunakan alat musik tradisional Bumbung

3. Kalang Kupak

Kalang kupak adalah alat musik tradisional Kalimantan Selatan atau lebih tepatnya dari Suku Bukit. Masyarakat Dayak Maanyan memanggil alat musik ini dengan sebutan “Salung” yang fungsinya untuk menghibur petani dan mengusir binatang.
Kalang Kupak terbuat dari bambu, namun bambu yang digunakan-pun tidak sembarangan dan hanya jenis bambu tipis yang digunakan untuk menghasilkan Kalang Kupak terbaik. Kalang Kupak terdiri dari 8 ruas bambu yang tiap-tiapnya dipotong setengah dan meruncing pada bagian ujungnya.
Kalang Kupak biasanya digunakan juga untuk mengiringi upacara ada Balian. Ruas-ruas tadi disatukan dengan serat rotan hingga bentuknya mirip dengan alat musik tradisional Calung dari Jawa Barat. Peran Kalang Kupak dalam sebuah pentas kesenian adalah sebagai pengiring melodi dan semakin baik jika dimainkan dengan alat musik gong, gendang dan kecapi.

 4. Kintung

Kintung adalah alat musik yang terbuat dari bambu, bentuk alat musik ini seperti angklung yang berasal dari Jawa Barat. Bunyi yang dikeluarkan alat musik ini juga bisa diatur tergantung pada bagian yang disebut “rautan / serutan”. Semakin ke atas sebuah rautan makan semakin kecil pula pegangannya.
 Kintung termasuk alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul dan terdiri atas 7 ruas bambu yang berbeda-beda tergantung namanya. Kintung juga dilengkapi dengan 2 buah tongkat yang digunakan untuk memukul. Dulu alat musik ini dipertandingkan, tak hanya dari segi suara namun dipercaya juga bisa dipertandingkan hal magisnya.
Kintung adalah alat musik yang bersifat instrumental dan dapat mengiringi lagu, biasanya jenis lagu tirik dan japin atau nyanyian Banjar lainnya. Supaya lebih indah, biasanya alat musik ini ditambahkan dengan gendang dan gong

blog ini lanjutan dari alat musik sebelumnya
jangan lupa follow ya 
makasih :]

5 ALAT MUSIK SUMATRA UTARA,YG WAJIB KAMU KETAHUI


ALAT MUSIK TRADISIONAL SUMATERA UTARA
1. Aramba
Alat musik tradisional dari Sumatera Utara yang bernama Aramba merupakan alat musik yang berasal dari Nias dan sering dimainkan pada saat acara pernikahan. Bahan utama untuk membuat Aramba adalah tembaga kuningan atau logam perunggu.
Cara memainkan alat musik Aramba adalah dengan dipukul dan biasanya alat musik ini digantung dengan menggunakan tali. Bentuk dari Aramba mungkin bisa mudah ditemui namun susah diitenfikasi karena bentuknya bundar dan menonjol di bagian tengahnya dan alat musik yang berbentuk mirip seperti itu ada banyak.
Bentuk dari Aramba
Ukuran diameter Aramba biasanya sekitar 40 cm sampai 50 cm, namun ada Aramba yang khusus digunakan untuk para bangsawan, namanya adalah Aramba Fatao dan Aramba Hongo, ukurannya pun berbeda yaitu 60 cm sampai 90 cm.
Melihat gambar dari alat musik tradisional Sumatera Utara di atas dapat kita simpulkan, Aramba memiliki 2 bagian di permukaannya yaitu ada yang datar dan ada yang menonjol. Bagian yang menonjol inilah yang akan dipukul oleh pemain
2. Doli-doli
Alat musik Doli-Doli sangatlah unik, secara sekilas mungkin akan ada orang yang beranggapan bentuknya menyerupai angklung, hanya saja cara memainkan dan memegangnya berbeda. Di daratan Melayu, masyarakat daerah sana mengenali Doli-Doli dengan sebutan Kolintang
Doli-Doli terbuat dari 4 bilah kayu dan alat musik tradisional ini dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik tradisional Sumatera Utara Doli-Doli, bisa anda jumpai di dearah Nias. Alat musik ini dimainkan bersamaan dengan alat musik tradisional yang lainnya seperti Aramba dan pakpak.



3. Druri Dana
Satu lagi alat musik tradisional Sumatera Utara yang dimainkan dengan cara dipukul, yakni Druri Dana, alat ini terbuat dari kayu yang dipotong dan dibentuk seperti gambar diatas.
Druri dana merupakan alat musik yang mengeluarkan suara ketika bambu tersebut saling beradu. Druri Dana diyakini berasal dari pulau Nias, dan prinsip kerjanya seperti alat musik tradisional Angklung.



4. Faritia
Faritia terbuat dari bahan logam atau kuningan, alat musik tradisional ini termasuk golongan alat musik idiophone (alat musik yang menghasilkan suara dari getaran). Bentuk alat musik Faritia seperti Talempong dari Padang dan gamelan dari Jawa.
Fatiria berbentuk bundar dengan diameter 23 cm dan ketebalannya 4 cm dengan bagian tengah yang menonjol untuk dipukul. Fatiria dimainkan dengan alat pemukul khusus yang disebut Simalambuo atau kayu Duria, kabarnya Fatiria merupakan alat barter pada jaman dulu yang dijadikan alat musik tradisional oleh masyarakat Nias.
Faritia memang sangatlah mirip dengan Gong, hanya saja ukurannya lebih kecil dibanding Gong. Cara memainkannya-pun juga sama seperti gong, dipukul dan nantinya akan mengeluarkan bunyi yang khas.

5. Garantung / Kolintang
Garantung adalah alat musik tradisional provinsi Sumatera Utara tepatnya Batak Toba, yang terbuat dari kayu dan bentuknya tertata rapi dan memiliki 5 bilah nada yang fungsinya sebaga pembawa melodi. Garantung termasuk kedalam kelompok Xylophone (batang-batang yang menghasilkan nada)
Selain sebagai pengiring melodi, Garantung juga dikenal sebagai penstabil ritme variable pada lagu-lagu tertentu dengan memainkannya dengan teknik Mamalu. Garantung terdiri dari 7 wilahan yang tersusun rapi, digantung diatas sebuah kotak yang berfungsi sekaligus resonatornya.
Garantung dimainkan dengan menggunakan dua buah stik di tangan kiri dan kanan. Teknik yang digunakan pada umumnya ialah tangan kiri sebagai pembawa melodi dan ritme (memukul bagian tankai Garantung sekaligus saat memainkan sebuah lagu

BERIKUT ADALAH DAFTAR GAMBAR SESUAI YG DIATAS GUYS





NOTE: SUMBER BELUM DIKETAHUI
             KALO TEMEN TEMEN TAU BOLEH KOMEN
             JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK GUYS
             KRITIK ATAUPUN SARAN BOLEH KOMEN
             TERIMAKASIH KA :)
             

Application Letter

Application Letter Job application letter adalah surat yang dibuat oleh pelamar pekerjaan untuk jabatan tertentu demi diterimanya dalam suat...